Setelah memahami manfaat PT Perorangan bagi agensi digital marketing, langkah berikutnya adalah menyiapkan persyaratan pendirian secara cermat. Persiapan ini membantu pemilik agensi menghindari kesalahan data, memilih kegiatan usaha yang tepat, dan menjalankan proses administrasi dengan lebih terarah. Selain itu, dokumen yang tertata memudahkan pemilik mengurus legalitas usaha lanjutan, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Menyiapkan Identitas Pemilik dan Data Usaha
Langkah pertama dalam pendirian PT Perorangan adalah menyiapkan identitas pendiri dan informasi usaha. Sesuai ketentuan Perseroan Perorangan, satu orang dapat mendirikan badan hukum ini selama memenuhi persyaratan yang berlaku, termasuk ketentuan mengenai kewarganegaraan dan kriteria usaha mikro atau kecil.
Pemilik agensi perlu menyiapkan data identitas yang valid, seperti nama lengkap dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Selanjutnya, tentukan nama perusahaan, alamat usaha, serta informasi kontak yang mendukung kegiatan operasional. Pastikan seluruh data sesuai dengan dokumen resmi agar proses pendaftaran berjalan lebih lancar.
Pemilik juga perlu menjelaskan kegiatan bisnis secara spesifik. Misalnya, agensi menawarkan jasa SEO, pengelolaan media sosial, konsultasi pemasaran digital, pembuatan konten, atau pengelolaan iklan daring. Informasi tersebut membantu pemilik menentukan klasifikasi kegiatan usaha yang sesuai.
Selain itu, perhatikan ketentuan modal usaha dan kriteria usaha mikro atau kecil yang berlaku. Jangan hanya menentukan modal berdasarkan perkiraan pribadi. Sebaliknya, periksa ketentuan terbaru dan sesuaikan informasi yang dicantumkan dengan kondisi bisnis yang sebenarnya.
Menentukan KBLI Agensi Digital Marketing
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) menjadi bagian penting dalam pengurusan legalitas agensi digital marketing. KBLI membantu menjelaskan jenis kegiatan ekonomi yang dijalankan perusahaan. Karena itu, pemilik perlu memilih kode yang sesuai dengan layanan utama maupun kegiatan tambahan agensi.
Sebagai contoh, agensi yang berfokus pada jasa periklanan memiliki aktivitas berbeda dari bisnis yang menyediakan konsultasi pemasaran, desain grafis, atau produksi konten. Walaupun beberapa layanan tersebut saling berkaitan, pemilik tidak boleh memilih kode hanya berdasarkan kemiripan nama layanan.
Mulailah dengan membuat daftar layanan yang benar-benar ditawarkan kepada klien. Setelah itu, uraikan aktivitas utama untuk setiap layanan. Jika agensi menjalankan kampanye iklan digital, misalnya, jelaskan apakah agensi merancang strategi periklanan, mengelola penempatan iklan, atau menyediakan konsultasi pemasaran. Pendirian PT Perorangan untuk Agensi Digital
Selanjutnya, periksa deskripsi dan ketentuan KBLI melalui OSS. Pastikan kode yang dipilih sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan, lalu periksa kebutuhan perizinan berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha. Langkah ini penting karena kesalahan memilih KBLI dapat menimbulkan ketidaksesuaian antara dokumen legalitas dan aktivitas bisnis sehari-hari.
Menyiapkan Dokumen Pendirian
Sebelum mengajukan pendaftaran, pemilik perlu menyiapkan data yang dibutuhkan untuk membuat pernyataan pendirian Perseroan Perorangan. Berbeda dari pendirian PT biasa yang melibatkan akta notaris, Perseroan Perorangan menggunakan pernyataan pendirian dan proses pendaftaran elektronik sesuai ketentuan yang berlaku. Pendirian PT Perorangan untuk Agensi Digital
Siapkan informasi pendiri, nama perseroan, alamat, kegiatan usaha, serta data lain yang diminta dalam sistem resmi. Periksa setiap informasi sebelum mengirimkan permohonan. Jika terdapat perbedaan antara data identitas, alamat, dan informasi usaha, segera lakukan pemeriksaan agar tidak menimbulkan kendala administratif.
Pemilik juga perlu memeriksa ketentuan terbaru dari Kementerian Hukum dan OSS. Persyaratan teknis serta alur sistem dapat berubah mengikuti kebijakan yang berlaku. Oleh sebab itu, gunakan sumber resmi sebagai acuan, bukan hanya informasi dari artikel lama atau unggahan media sosial.