Pendaftaran merek perlu dilakukan dengan persiapan yang baik. Berikut tahapan yang dapat menjadi gambaran bagi pemilik bisnis otomotif.
1. Tentukan Nama Brand
Pertama, tentukan nama yang akan digunakan. Nama sebaiknya mudah diingat, mudah diucapkan, dan memiliki karakter yang sesuai dengan bisnis.
Misalnya, bengkel dapat memilih nama yang mencerminkan profesionalitas, kecepatan layanan, atau spesialisasi tertentu.
Jika brand juga digunakan untuk layanan penginapan, pemilik dapat mempertimbangkan nama yang tetap relevan dengan konsep bisnis secara keseluruhan.
2. Periksa Ketersediaan Merek
Setelah menentukan nama, lakukan pemeriksaan terhadap merek yang sudah terdaftar. Tahap ini penting karena nama yang terlihat unik belum tentu tersedia untuk didaftarkan.
Pemeriksaan juga membantu pemilik mengetahui potensi adanya persamaan atau kemiripan dengan merek lain.
Karena itu, jangan langsung mencetak papan toko, seragam, kemasan sparepart, atau materi promosi dalam jumlah besar sebelum melakukan pemeriksaan.
3. Tentukan Klasifikasi yang Sesuai
Salah satu bagian penting dalam pendaftaran merek adalah menentukan kelas yang sesuai dengan barang atau jasa yang ditawarkan.
Bengkel tentu memiliki kegiatan yang berbeda dengan produsen sparepart. Begitu juga toko aksesori memiliki aktivitas berbeda dari jasa detailing atau rental kendaraan.
Apabila bisnis juga menggunakan konsep merek bisnis otomotif penginapan, pemilik perlu melihat kegiatan usaha yang benar-benar dijalankan agar klasifikasi yang diajukan sesuai kebutuhan.
4. Siapkan Dokumen
Pemilik usaha kemudian perlu mempersiapkan data dan dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan merek.
Data tersebut harus diberikan secara tepat agar proses administrasi dapat berjalan dengan baik. Persyaratan dapat berbeda sesuai kondisi pemohon dan jenis permohonan.
5. Ajukan Permohonan
Setelah persiapan selesai, permohonan merek dapat diajukan melalui sistem resmi DJKI.
Namun, pengajuan tidak berarti merek langsung mendapatkan persetujuan. Permohonan tetap harus melalui tahapan pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku.
6. Ikuti Proses Pemeriksaan
Pemilik usaha perlu memahami bahwa pendaftaran merek memiliki tahapan pemeriksaan. Karena itu, prosesnya membutuhkan waktu dan tidak sebaiknya dianggap sebagai proses instan.
Dengan pendampingan yang tepat, pemilik usaha dapat lebih memahami tahapan yang sedang berlangsung.